Langsung ke konten utama

Kisah: Paksi Janadri di Perut Bumi (Bag. 03)

Camp, 14 Februari 2014
19.00 WIB materi tentang susur gua disambung kembali.  Sambil menikmati teh panas dan beberapa cemilan kami menyimak, mendengar, dan mencatat apa yang disampaikan Kang Agen hingga pukul sembilan malam.

Penelusuran gua yang merupakan agenda utama dalam kegiatan pengembaraan ini menjadi hidangan malam ini setelah selesai materi. Gua Cikaracak menjadi santapan pertama kami yang berdasar jam terbang belum pernah melaksanakan kegiatan susur gua.

Dua jam merupakan waktu yang disepakati sebagai waktu tempuh susur Gua Cikaracak. Yang melaksanakan penelusuran adalah Peppy, Cokor, Bolong, Kang Agen, dan Kang Dobol. Sementara Endris dan Kang Ngawir Sigi bertugas sebagai tim penjaga camp sekaligus penanggung jawab dapur. Tim penelusuran segera memakai memasang peralatan dan perlengkapan yang sesuai untuk susur gua semisal: helm, headlamp, warepack, sarung tangan, dan sepatu serta tambahan tali webing.

Setengah jam waktu yang dibutuhkan menuju Gua Cikaracak dari camp. Sebenarnya gua tersebut dapat dicapai kurang dari sepuluh menit. Namun jalur yang mulai rimbun karena semak menyusahkan kami menemukan mulut gua. Alhasil 20 menit kami delay untuk sampai di lokasi pertama tersebut.

Adzan dikumandangkan sebelum tim memasuki Cikaracak. Mengumandangkan azan di depan mulut gua sebelum dimasuki merupakan saran dari Kang Agen dan telah dipaparkan saat materi sebelum berangkat menelusur. Yang bertugas sebagai muadzin adalah Cokor.

Bolong yang dipenelusuran pertama bertugas sebagai leader atas intruksi Kang Agen yang selain menjadi mentor juga bertugas sebagai secondman menambatkan tali webing di mulut gua sebagai bantuan pegangan untuk memasuki gua.

Zona remang-remang/ twillight zone telah bisa dimasuki oleh seluruh anggota tim. Di zona ini banyak kami temui hewan-hewan yang memang ada di luar gua namun punya ciri-ciri fisik yang berbeda. Semisal jangkrik. Jangkrik di zona remang-remang cenderung memiliki sungut/ antena yang lebih panjang serta buta. Yang lebih mengejutkan, tim menemukan jangkrik yang bersifat kanibal karena memakan sesama jangkrik.

20.30 WIB penelusuran dilanjutkan. Zona gelap mulai dimasuki. Jalur sempit dan licin karena lumpur dan guano (kotoran kelelawar) mulai memperlambat langkah. Instruksi untuk mengeksplorasi setiap celah yang tampak tidak dilupakan anggota tim terutama peserta pengembaraan.

Pijakan licin kini berpadu dengan jalur yang curam. Cokor selaku penanggung jawab palog (peralatan dan logistik) dengan sigap menyerahkan tali kepada Bolong selaku pembuat jalur.

Penelusuran akhirnya menemui titik buntu. Setiap celah tidak menampakan tanda-tanda masih ada jalur. Bolong yang melihat ada kemungkinan jalur mengambil keputusan sepihak. Padahal celah yang dianggap jalur berada di posisi yang lebih tinggi serta pijakannya tertutup lumpur dan guano. Kecelakaan tak dapat dihindarkan. Bolong yang memaksakan diri berakhir dengan tergelincir dan meluncur  dari ketinggian beberapa meter. Beruntung Bolong jatuh dalam posisi tegak. Hal tersebut cukup menimbulkan kepanikan di tim.

Setelah mereda akhirnya disepakati untuk kembali ke permukaan. Selama perjalanan keluar, Kang Dobol yang bertugas sebagai dokumenter mendokumentasikan keadaan gua lewat jepretan kameranya. Sementara Peppy selaku cleaner konsisten berada di barisan belakang untuk membereskan alat yang digunakan selama penelusuran.

(bersambung)
Sumber: Laporan Pengembaraan Paksi Janadri Angkatan X, Duta Paksi Janadri di Perut Bumi.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jeplak: Bismillah, Mulai Nulis Lagih..

Mengenang masa lalu selalu berujung senyum sendiri. Ya. SENDIRI. Malam ini benar-benar sendiri seperti malam-malam sendiri sebelumnya. (Musik sedih tiba-tiba terdengar). Ruang kantor tiba-tiba jadi sepi sesaat sebelum tulisan "Ruang kantor tiba-tiba jadi sepi" dituliskan. Ruang kantor memang sepi tapi tak terasa sepi hingga ditulisnya "Ruang kantor tiba-tiba jadi sepi". Jam segini memang sepi. Hanya orang kurang kerjaan yang masih duduk di sini. Aku salah satunya. Malam ini benar-benar kurang kerjaan. Biasanya memang tak pernah ada kerjaan. Tapi malam ini kekurangkerjaan itu lebih terasa kekurangkerjaannya. Film bajakan di situs tongkrongan tak ada yang menarik jari untuk diklik donlot. Chat di Whatsapp tak ada yang menarik. Tak ada yang ingatkan makan. Lagipula percuma. Aku sudah makan. Ku tengok Facebook, masih begitu saja. Isinya tulisan orang asing yang kuakui teman. Halaman profil iseng kubuka. Dan nostalgia pada tulisan dan gambar lama sedikit memberi seri...

Porto Folio: Logo Laskar Cinta Dewa 19

Selamat pagi rekan BilBol baik yang masih beraktivitas rutin maupun yang sudah menikmati weekend. Sebelum ane berangkat ngampus ane mo posting dulu karya ane di mari. Gambar berikut merupakan hasil olah cipta menggunakan software editor gambar Photoshop atau Sotosop kata orang di forum sebelah. Gambarnya aseli dibikin dari nol dan bukan merupakan editan dari gambar yang sama yang udah ada tersebar di internet. Proses pengerjaan sekitar 2 jam-an (bukan 2 jaman), itu juga sambil sms-an sama bales chat pesbuk. Kalo di Corel Draw mungkin ga selama itu, hehe.. cekidot.. Update.. Malam kedua ane bikin lagi. kali ini lebih cepet cuman 1/2 jam-an berhubung dah tau ukurannya. bagian teks dibikin lebih tebal dengan perbandingan 3:2.. warnanya juga dikonversi dari RGB ke CMYK sehingga pas buat disablon.. Cekidot..

Kisah: Paksi Janadri di Perut Bumi (Bag. 6/ Habis)

Penelusuran disepakati berlanjut ke gua ketiga. Gua Sigay Dalapan merupakan targetnya. Berbeda dengan dua gua dipenelusuran sebelumnya yang merupakan gua horisontal. Gua Sigay Dalapan merupakan gua tipe vertikal. Kemampuan SRT diperlukan disini. Mengingat hasil evaluasi kedua, akhirnya sebelum penelusuran Sigay Dalapan diadakan simulasi dan pelatihan SRT. 15.00 WIB simulasi berakhir. Tim bersiap menuju Gua Sigay Dalapan. Lokasi mulut Sigay Dalapan lumayan jauh dibanding dua gua sebelumnya. Kang Ngawir Sigi yang menjadi navigator harus berjibaku dengan semak yang menghalangi jalan menuju mulut gua. Peppy yang kali ini giliran leader dibantu Kang Ngawir Sigi segera menginstal peralatan SRT di mulut gua. Kepercayaan pada alat dan benarnya pemasangan benar-benar diperlukan disini. Peppy yang pertama kali menuruni lintasan dilanjutkan dengan Kang Ngawir Sigi. Bolong selaku penanggung jawab palog selanjutnya. Kang Dobol sang dokumenter menyusul dan terakhir selaku Cleaner, Cokor. Endris ...