Padalarang, 14 Februari 2014 Grung.. grung.. bunyi angkot hijau tua carteran tujuh puluh lima ribu rupiah berderung saat menapaki jalan berbatu menuju lokasi penyusuran gua. Sesekali berpapasan dengan truk besar yang membawa kekayaan alam melaju dengan tergesa seperti pencuri dikejar masa. Kampung terakhir yang dituju telah terlihat berarti perjalanan hampir sampai, Supir angkot tampak enggan untuk pulang kalau ongkos tidak ditambah. Kilahnya ini perjalanan “tidak biasa” dan kami memakluminya. Dua puluh lima ribu rupiah kami berikan sebagai tambahan. Sang supir pun berlalu dengan tersenyum senang. Cipatat, 14 Februari 2014 14.20 WIB. Sepi sunyi kampung ini, itulah kesan pertama yang kami dapati. Bolong selaku Ketua Pelaksana Pengembaraan bersama Kang Ngawir Sigi mendatangi kediaman RT setempat untuk meminta ijin penelusuran di area yang dikuasai beliau. Perijinan dari Pak RT tak bertele-tele. Beliau mengijinkan selama kami melakukan aktivitas wajar. Setelah menyerahka...
Bersama Mengisi Masa